Skinpress Rss

Minggu, 21 Januari 2018

ANALISIS BERITA SESUAI HUKUM DAN ETIKA KOMUNIKASI

0



TUGAS HUKUM DAN ETIKA
KOMUNIKASI



    

DISUSUN OLEH:
RATNA ELIA MULIASARI
2015-52-159
Sesi 02


FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
HUBUNGAN MASYARAKAT



Ditemukan Ada Mayat WNA Akibat Ledakan di Sarinah
Kamis, 14 Januari 2016 12:25 WIB


JAKARTA - Para pengunjung pusat perbelanjaan Sarinah dan warga yang melintas di sekitarnya dikejutkan dengan suara ledakan. Ada rentetan ledakan dari dalam gedung Sarinah dan pos polisi di depannya.

‎"Empat kali bunyi ledakan mas. Ada di mall (Sarinah, red), terus pos polisi perempatan lampu merah Sarinah," ujar Syaiful Anwar, salah seorang saksi yang melihat kejadian itu.
Menurutnya, pelaku berjumlah enam orang. Tiga di antaranys seperti warga negara asing. “Tiga WNI (warga negara Indonesia, red),” katanya.
Menurutnya, ada tiga mayat di lokasi. "Yang tiga orang asing ini meninggal di lokasi, Mas. Bom bunuh diri," katanya.
Sempat terjadi baku tembak antara polisi dengan pelaku. Informasi yang beredar menyebut tiga pelaku telah melarikan diri.
Belum ada pejabat di kepolisian yang bisa dimintai konfirmasi. Sedangkan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian sedang menuju lokasi kejadian.


ANALISA :
Menurut saya berita diatas sudah cukup baik dari segi penulisan berita seperti dalam penggunaan bahasa jurnalistik yang baik dan benar. Fakta yang didapat juga sudah akurat dari sumber yang terpercaya.
            Namun ada salah satu yang harus disoroti dalam berita online ini yaitu, media massa terutama media elektronik telah melakukan pelanggaran kode etik jurnalistik. Bahwa menurut saya dalam kode etik jurnalistik gambar luka-luka yang diderita korban tidak boleh disorot secara dekat. Media elektronik menampilkan bahkan di zoom wajah berdarah-darah para korban itu melanggar kode etik. Kasus ini termasuk dalam pelanggaran kode etik jurnalistik pasal 4
 yang mengatakan bahwa “wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul”. 
Padahal yang melihat berita itu bukan hanya orang dewasa tapi juga anak-anak. Gambar-gambar tersebut akan melekat dalam ingatan anak dan dapat menimbulkan trauma dan rasa takut. Dan juga terkdang repoter sering kali terbawa emosi sehingga mengatakan kalimat-kalimat yang berlebihan.
Maka seharusnya gambar-gambar itu seharusnya bisa diganti dengan sketsa kasar (seperti yang pernah disampaikan oleh tokoh politik Abdullah Alammud)










0 komentar:

Posting Komentar